Tetaplah Berjalan


Aku berjalan

Ditemani rembulan

Menyusuri keramaian

Mencari kesejatian


Sejenak aku terdiam

Terfikir masa kelam

Saat dosa selalu kugenggam

Mengabaikan syari'at islam


Tak terasa

Keluar air mata

Sesal yang ada

Tak mampu merubah semua


Kunyalakan sebatang roko

Berfikir tentang semua resiko

Yang hadir karena ulahku

Pada masa itu


Seorang pria paruh baya

Menghampiriku dengan senyumannya

Seraya ia berkata

Nak, apa boleh saya duduk bersama


Aku pun menyetujuinya

Pria itu bercerita

Tentang perjalanan hidupnya

Yang membuatku bangkit karenanya


Bagiku

Malam itu seperti ada petir yang menyambar

Membuat semangatku terbakar

Dan tak lupa untuk sabar


Dalam tulisan

Kuselipkan sebuah pesan

Bagi siapapun yang menghampiri

Ke tempat sederhanaku ini


Teruslah berjalan

Seburuk apapun dirimu

Selagi tidak merugikan

Orang disekitarmu


Dan jangan berhenti

Tuk perbaiki diri

Karena hidup ini

Akan diakhiri dengan mati


Selamat malam, selamat beristirahat..


Jakarta 13 Januari 2022

Komentar